BANDUNG, Kabar58 – Pemerintah Kota Bandung mendorong kegiatan olahraga sebagai penggerak ekonomi sekaligus sport tourism. Salah satu event yang dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian kota adalah Pocari Sweat Run Indonesia.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, berbagai agenda olahraga di Kota Bandung tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menciptakan pergerakan ekonomi melalui kedatangan peserta dan wisatawan.
Hal itu disampaikan Farhan saat Lunch Gathering Pocari Sweat Run 2026 di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026).
“Event olahraga tidak sekadar event. Percaya atau tidak, tahun lalu kita menjadi tuan rumah kejuaraan internasional bridge. Yang datang sekitar 900 orang,” kata Farhan.
Menurutnya, meski olahraga bridge berlangsung relatif tenang dan tidak banyak mendapat perhatian publik, kehadiran ratusan peserta tetap memberikan dampak ekonomi bagi Kota Bandung.
Farhan mengatakan agenda olahraga di Bandung akan semakin padat. Selain Pocari Sweat Run Indonesia, Bandung akan menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat dan Jambore Sepeda Lipat Nasional pada Desember mendatang.
“Bandung akan semakin ramai menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga, baik yang kompetitif maupun yang berbentuk sport tourism,” ujarnya.
Farhan menilai penyelenggaraan Pocari Sweat Run Indonesia sejak 2017 telah memberikan manfaat bagi Kota Bandung. Dalam dua tahun terakhir, Pemkot Bandung bahkan terlibat langsung dalam penyelenggaraan melalui kolaborasi dengan pihak penyelenggara.
Selain dampak ekonomi, Farhan menyoroti aspek keamanan peserta, khususnya pelari yang menggunakan masjid di sepanjang rute untuk melaksanakan salat Subuh.
Pada pelaksanaan sebelumnya, terdapat dua peserta yang kehilangan sepatu setelah salat Subuh sehingga tidak dapat mengikuti lomba.
“Saya sangat terkesan karena pengamanan masjid sangat baik. Beberapa bulan lalu ada dua pelari yang menangis karena tidak bisa mengikuti lomba karena sepatunya hilang setelah salat Subuh. Menurut saya, itu tidak boleh terjadi lagi,” katanya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkot Bandung telah berkoordinasi dengan camat, lurah, dan Linmas di wilayah yang dilalui rute lomba.
Farhan meminta seluruh unsur kewilayahan memastikan keamanan barang milik peserta yang menggunakan fasilitas masjid selama kegiatan berlangsung.
“Selama dua hari ini, kalau ada peserta yang menumpang salat di masjid, tidak boleh ada satu pun barang yang hilang,” tegasnya.
Farhan juga mengingatkan adanya sejumlah titik rawan atau pinch point yang perlu mendapat perhatian selama lomba. Pemkot Bandung bersama penyelenggara telah melakukan penyesuaian rute, meski sebagian besar rute lama tetap digunakan.
Peserta diminta berhati-hati saat melewati sejumlah persimpangan, termasuk kawasan di bawah jalan layang.
Selain keamanan, Farhan mengapresiasi interaksi antara pelari, marshal, dan pengguna jalan. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran kegiatan.
“Para pelari juga saya lihat berinteraksi dengan para pengendara dengan baik. Kekhawatiran bahwa marshal akan ikut emosi juga tidak terjadi,” tuturnya.

