Pemkot Bandung Gaspol Tekan Inflasi Lewat Gerakan Pangan Murah


BANDUNG, Kabar58 –
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggenjot pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, GPM digelar di Kecamatan Cibeunying Kidul, Kamis (17/9/2026), dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, GPM menjadi langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan agar inflasi tetap terkendali,” ujar Gin Gin.

Berdasarkan data Agustus 2026, inflasi Kota Bandung tercatat 0,32 persen secara bulanan dan 3,27 persen secara tahunan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,50.

Sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, cabai merah, jagung manis, buncis, beras, dan pepaya menjadi penyumbang inflasi. Sementara bawang merah, bawang putih, tomat, ikan nila, buah naga, jeruk, dan minyak goreng memberikan kontribusi terhadap deflasi.

Dalam GPM kali ini, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Beras medium SPHP dijual Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp26.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp15.500 per liter.

Daging ayam ras dijual Rp36.000-Rp37.000 per kilogram, telur ayam ras Rp23.000 per kilogram, sedangkan aneka cabai dibanderol Rp48.000-Rp60.000 per kilogram. Berbagai sayuran segar juga tersedia dengan harga Rp5.000.

Menurut Gin Gin, GPM merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung mendukung program nasional Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekaligus memperpendek rantai distribusi pangan.

Pemkot melibatkan petani, peternak, kelompok tani, distributor, Perum Bulog, ID Food, hingga pelaku usaha pangan lainnya.

“Dengan memperpendek rantai distribusi, masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga lebih terjangkau, sementara produsen juga memperoleh akses pasar yang lebih baik,” katanya.

GPM tidak hanya menjadi sarana penjualan pangan murah. DKPP juga menghadirkan edukasi urban farming dan membagikan benih ikan gratis kepada 200 warga untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri melalui pemanfaatan lahan dan budidaya sederhana di lingkungan masing-masing,” ujar Gin Gin.

Kegiatan tersebut turut diisi bazar dan pameran yang melibatkan mitra tani, pelaku usaha pangan, serta Buruan SAE binaan DKPP Kota Bandung.

Sepanjang 2026, Pemkot Bandung menargetkan 34 kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dengan dukungan DKPP Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia. Hingga pertengahan September, GPM telah digelar sebanyak 26 kali di berbagai kecamatan.

Hingga akhir tahun, GPM akan kembali digelar di sejumlah kecamatan, antara lain Bojongloa Kidul, Cinambo, Sukasari, Babakan Ciparay, Astanaanyar, dan Lengkong.

Pemkot Bandung berharap pelaksanaan GPM dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan, menekan harga sejumlah komoditas strategis, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.