BANDUNG, Kbara58 – Penanganan sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan hal tersebut saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).
Farhan mengatakan, tantangan Kota Bandung saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta tata kelola pemerintahan yang modern.
“Tantangan pertama adalah ekologi dan lingkungan. Penanganan sampah masih merupakan tantangan yang besar bagi kita semuanya,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan masyarakat. Pemkot Bandung pun memperkuat program pengelolaan sampah berbasis kewilayahan.
Salah satunya melalui Gerakan Bandung Selatan Mengolah Sampah Mandiri (Gaslah) yang mendorong masyarakat mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Program tersebut akan diperkuat dengan penyediaan sarana pengolahan sampah organik di seluruh wilayah Kota Bandung.
“Program Gaslah akan disusul dengan penyediaan kompos di seluruh RT di Kota Bandung sebanyak hampir mendekati 10.000 titik,” kata Farhan.
Pemkot Bandung juga mengembangkan berbagai teknologi pengolahan sampah, mulai dari pengolahan organik, teknologi termal hingga Solid Recovered Fuel (SRF) bersama pemerintah pusat.
Selain lingkungan, transformasi digital menjadi agenda penting dalam pembangunan Kota Bandung. Pada momentum HJKB ke-216, Pemkot Bandung menghadirkan Halo Bandung sebagai super app yang mengintegrasikan berbagai informasi dan layanan publik.
“Melalui aplikasi ini kita dapat mengakses berbagai informasi dan layanan untuk warga Kota Bandung dalam satu platform,” ujar Farhan.
Menurutnya, Halo Bandung dirancang untuk membuat pelayanan pemerintah lebih cepat, responsif, transparan, dan akuntabel. Masyarakat dapat mengakses berbagai layanan tanpa harus berpindah-pindah platform.
“Halo Bandung adalah upaya untuk membangun pemerintahan yang responsif, terbuka, accountable dan transparan,” katanya.
Farhan menilai penguatan pengelolaan sampah dan transformasi digital menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Bandung sebagai kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.
Ia mengajak pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, dan dunia usaha terus berkolaborasi membangun Bandung yang lebih nyaman, modern, dan berkelanjutan.
“Solidarity in Harmony harus menjadi semangat bersama untuk menjaga, merawat, dan membangun Kota Bandung,” tuturnya.

