Banjir Bandung Selatan Butuh Solusi Aglomerasi, Anggaran Capai Rp800 Miliar


BANDUNG, Kabar58
– Pemerintah Kota Bandung menyiapkan skema penanganan banjir secara menyeluruh, khususnya di kawasan Bandung Selatan yang menjadi salah satu wilayah rawan genangan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penanganan banjir membutuhkan anggaran besar. Untuk kawasan Bandung Selatan bagian timur, kebutuhan pembiayaan awal diperkirakan mencapai Rp800 miliar.

“Paling parah sekarang ini yang mengganggu kehidupan kita sehari-hari itu di daerah Bandung Selatan, khususnya di selatan Jalan Soekarno-Hatta,” ujar Farhan, Sabtu (3/10/2026).

Farhan menjelaskan, kawasan Bandung Selatan dibagi menjadi dua wilayah dengan Buahbatu sebagai garis tengah. Untuk wilayah timur dari Buahbatu hingga Cibiru, Pemkot Bandung menyiapkan pembangunan kolam retensi berukuran besar.

Sebelumnya, muncul konsep menjadikan kawasan timur sebagai “tol air” dengan memperbesar saluran agar air dapat segera dialirkan ke wilayah selatan. Namun, skema tersebut dinilai berisiko meningkatkan banjir di wilayah kabupaten.

Karena itu, Pemkot Bandung memilih menampung limpasan air terlebih dahulu melalui kolam retensi sebelum dipompa kembali.

“Yang harus kita lakukan sekarang adalah membangun kolam retensi baru yang besar-besar di daerah timur,” jelas Farhan.

Menurutnya, kebutuhan anggaran mencapai Rp800 miliar karena pembangunan membutuhkan rekayasa teknis dan sistem pemompaan yang kompleks.

Pemkot Bandung selanjutnya akan mengonfirmasi desain tersebut kepada pemerintah pusat melalui Bappenas. Jika mendapat persetujuan, pembiayaan akan diupayakan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan sumber pendanaan lainnya.

Sementara itu, kawasan Bandung Selatan bagian barat, mulai Buahbatu, Muhammad Toha, Kopo, Cibaduyut hingga Cimindi, membutuhkan penanganan lintas wilayah karena bersinggungan dengan Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.

Farhan menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pemerintah daerah. Penanganannya membutuhkan pendekatan aglomerasi Bandung Raya.

“Kalau bagian barat, karena semua bersentuhan dengan kabupaten dan Kota Cimahi terutama di Cimindi. Saya menunggu koordinasi dari Pak Gubernur untuk mempertemukan kami bertiga, lalu kita cari solusi bersama,” katanya.

Farhan berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memfasilitasi koordinasi antardaerah agar penanganan banjir Bandung Selatan dapat dilakukan secara terpadu dan tidak terhambat batas administratif.

“Makanya saya sangat mengharapkan ada solusi segera dari provinsi,” tuturnya.