Kabel Traffic Light Jadi Sasaran Pencurian, Polisi Ungkap Kasus di Bandung


BANDUNG, Kabar58
– Polrestabes Bandung mengungkap kasus pencurian kabel traffic light yang diduga menjadi penyebab sejumlah lampu lalu lintas di Kota Bandung mengalami gangguan dalam beberapa bulan terakhir.

Satu pelaku ditangkap saat tengah memotong kabel traffic light di kawasan Simpang Dago sekitar pukul 20.30 WIB. Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi Polrestabes Bandung dengan Pemerintah Kota Bandung, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), serta dukungan masyarakat.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, kabel traffic light menjadi sasaran karena mengandung tembaga yang memiliki nilai ekonomis.

“Ini kabel yang diincar karena di dalamnya ada tembaga. Pelaku juga menggunakan alat yang cukup sederhana, seperti obeng, tang, pisau cutter, dan kunci ring,” ujar Dedi saat konferensi pers di Polrestabes Bandung, Jumat (2/10/2026).

Satu pelaku telah diamankan dan ditahan untuk menjalani proses hukum. Polisi masih melakukan pengembangan karena sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian telah teridentifikasi.

“Dari pengungkapan pelaku tersebut beberapa TKP saat ini sudah terungkap, kemudian kita masih akan lakukan pengembangan,” katanya.

Dedi menegaskan, pencurian kabel traffic light bukan sekadar tindak pidana pencurian. Gangguan terhadap perangkat tersebut dapat berdampak langsung pada keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Ia menyebut mobilitas kendaraan di Kota Bandung cukup tinggi. Bahkan sekitar 70.000 hingga 80.000 mobil masuk ke Kota Bandung setiap akhir pekan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Bandung mengungkap kasus tersebut.

Menurut Farhan, sebagai kota terbuka dengan mobilitas tinggi, Bandung memiliki potensi menghadapi berbagai bentuk kriminalitas. Karena itu, kolaborasi pemerintah, kepolisian, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga keamanan.

“Kami sangat menghargai, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kepolisian di Polrestabes Kota Bandung karena ini bukan pekerjaan mudah sama sekali,” ujar Farhan.

Farhan menegaskan Pemkot Bandung akan terus melakukan pencegahan dan deteksi dini melalui perangkat daerah hingga kewilayahan. Jika ditemukan potensi gangguan keamanan, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan kepolisian.

“Rasa aman menjadi penting karena itu adalah tugas utama dari kita sebagai pemerintahan, representasi negara bagi warga negara, memberikan rasa aman, memberikan rasa nyaman,” tuturnya.